Sabtu, 01 November 2014

 contoh makalah Agama Islam tentang hari akhir (hari kiamat)

Beriman kepada hari akhir





KELOMPOK 4
DISUSUN OLEH:
1.  AGUNG PRABOWO
2. BIBIT PANJI SATRIO R.
3. GIYAN PRANATA
4.  MUCH. HAMZAH
5.  RAHAYU DEVERA
6.  UMAR MAYA S.
7.  WAHYU GUNAWAN

Kelas XII TOI 2


PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 JAMBLANG
Jalan Nyi Mas Rara Kerta Sitiwinangun Jamblang Telp. (0231) 344255-344256
Kabupaten Cirebon 45157



A. Dalil Naqli tentang Hari Akhir
Iman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman yang utama selain iman kepada Allah swt. Menurut Prof. Dr. Quraisy Syihab, dalam bukunya Wawasan Al-Quran halaman 80, dua rukun iman inilah yang paling banyak disebutkan dalam Al-Quran. Terbukti al-Quran selalu menyebutkan Iman kepada Hari Akhir dan Iman kepada Allah selalu bersamaan dan berurutan. Diantaranya adalah ayat-ayat berikut !

a. Al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 8 :
Artinya:
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Q.S. al Baqarah ayat 8)

b. Al-Quran surat al-Taubah (9) ayat 8 :
Artinya :
Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. al Taubah ayat 8)

c. Al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 69 :
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Q.S. al Maidah ayat 69)

Dengan demikian terlihat bahwa keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan iman kepada hari akhir. Menurut Prof.Quraisy Syihab keimanan kepada Allah tidak sempurna kecuali dengan keimanan kepada hari akhir. keimanan kepada Allah menuntut adanya amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru sempurna motivasinya dengan adanya keimanan tentang adanya hari akhir. Karena kesempurnaan ganjaran dan balasannya hanya ditemukan di akhirat nanti. Untuk memperkuat argumennya, beliau menyatakan bahwa kata “yaumul akhir” saja terulang 24 kali, disamping kata "akhirat” terulang 115 kali dalam Al-Quran. Selain itu Al-Quran selalu menggugah hati dan pikiran manusia dengan menggambarkan peristiwa-peristiwa hari akhirat, dengan nama-nama yang unik, misalnya “al-Zalzalah”, “al-Qari’ah”, an-Naba’, al-Qiyamah”. Istilah-istilah (yang menjadi nama surat Al-Quran) itu mencerminkan peristiwa dan keadaan yang bakal dihadapi oleh manusia pada saat itu, dengan tujuan agar manusia beriman kepada Allah dan hari akhirat, karena manusia akan bertemu Allah, dan manusia pasti akan mati, karenanya manusia jangan lengah, lupa diri, jangan terpesona dengan kehidupan dunia yang temporal dan menipu, manusia jangan mempertuhankan harta, karena harta tidak dapat menolong pemiliknya dari siksa Allah di hari akhirat.
Disamping itu banyak hadis-hadis rasulullah dengan kwalitas yang berbeda selalu mengkaitkan kesalehan sosial seseorang dengan kemantapan iman kepada Allah dan hari akhir. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Hadis tentang kemampuan seseorang untuk selalu bertutur kata yang baik, atau lebih baik diam jika tidak mampu melakukannya, adalah :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَصْمُتْ (رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم عَنْ اَبِى هُرَيْرَة)
Artinya :
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia selalu bertutur kata yang baik atau lebih baik diam”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

2. Ketulusan seseorang dalam menghormati tamu adalah cermin imannya.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم عَنْ اَبِى هُرَيْرَة)
Artinya :
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. ”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Perilaku yang tercermin dari kedua hadis tersebut, tercapai apabila seseorang memiliki kemantapan iman kepada Allah dan hari akhirat.

B. Tanda-tanda Hari Akhir (kiamat)
Kapan hari kiamat akan tiba memang rahasia Allah, pengetahuan kita hanya terbatas pada tanda-tanda akan kedatangannya. Sebagaimana firman Allah berikut ini :
1. Q.S. an-Nãzi’at (79) ayat : 42-44
Artinya :
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (Q.S. an Nãzi’at ayat 42-44)
Orang-orang kafir dan musyrik suka ragu, tentang kemungkinan manusia dibangkitkan kembali dan kalaupun itu mungkin kapankah hal itu terjadi. Jawabannya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat. Artinya waktu hari kiamat tetaplah menjadi rahasia Allah swt.
Prof. Bey Arifin dalam bukunya Hidup Sesudah Mati (hal.182-196) setelah mengutip beberapa hadis rasulullah melukiskan tanda-tanda hari Kiamat ada 15 peristiwa yang mendahuluinya. Dari 15 peristiwa itu menurut beliau 3 diantaranya adalah paling penting.

1. Munculnya Dajjal
Dajjal artinya pembohong yang kerjanya cuma menyesatkan manusia. Dajjal ada 2 macam. Dajjal kecil dan Dajjal besar. Dajjal-Dajjal menyebabkan kerusakan-kerusakan dalam masyarakat. Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh Dajjal kecil itu dinamakan Kiamat Kecil. Dan Dajjal-Dajjal kecil itu telah lahir dan mungkin dapat kita temukan disekitar kita. Sedangkan Dajjal besar adalah pembohong besar yang kerjanya membohongi dan menyesatkan umat manusia dan mereka akan muncul menjelang Kiamat kubra (kiamat besar) tiba. Coba perhatikan do’a Rasulullah berikut, yang dikutip oleh Bay Arifin dari kitab Jami’ Shaghir.

اَللهُمَّ إِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَدَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ شَرِّ الْغِنَى وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّال اللهُمَّ اغْسِلْ عَنِّى خطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقِّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَبَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Artinya :
Ya Allah aku mohon berlindung kepada Mu dari sifat malas dan umur kelewat tua, dari segala dosa hutang, dari fitnah kubur dan azab kubur, dari fitnah neraka dan azab neraka, dari bahaya fitnah kekayaan, aku berlindung dengan Engkau dari fitnah (bahaya) kemiskinan. Dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah al-Masih Dajjal. Ya Allah bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, dengan salju, dan air mawar, bersihkan pula jiwaku dari kesalahan seperti bersihnya kain putih dari daki dan jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku seperti jauhnya jarak antara timur dan barat. (hadis shahih, diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari ‘Aisyah).
Dalam hadis lain Rasulullah bersabda : “Tidak terjadi Kiamat, sehingga muncul hampir 30 orang Dajjal, masing-masing mengakui bahwa ia Rasul Allah.” (H.R.Abu Dawud, Turmuzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
Dalam sejarah Islam Dajjal-Dajjal yang mengaku nabi palsu itu telah muncul sejak zaman rasulullah. Tercatat ada 3 nabi palsu pada masa rasulullah, yaitu Al-‘Unsy dari Yaman, Musailamah Al-Kazzab dari Yamamah dan Ibnu Syayyad dari Madinah. Ketiga Dajjal itu dapat ditumpas pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq. Beberapa puluh tahun kemudian, muncul lagi di Irak yang mengaku sebagai nabi, namanya Mukhtar As Tsaqafy namun dia dapat ditumpas dan terbunuh. Namun masih banyak lagi dalam sejarah yang mungkin tidak tercatat.
Akhirnya di abad ke 20 masehi tepatnya tahun 1839 masehi lahirlah di Qadyan India seorang yang bernama Mirza Gulam Ahmad yang dalam masa hidupnya berkhutbah dan mengarang. Pada tahun 1900 ia mendirikan perkumpulan yang dinamai Ahmadiyah. Yang pada akhirnya ia pun menganggap dirinya nabi dan begitupun pengikutnya menghormatinya sebagai nabi. Di Indonesia baru-baru ini muncul Lia Aminuddin mengaku sebagai nabi dan rasul dan kemudian tahun 1997 MUI memfatwakannya sebagai nabi palsu, sesat dan menyesatkan. Kemudian tahun 2007 muncul juga di Bogor seorang bernama Ahmad Mushaddiq yang nama aslinya adalah H. Salam mengaku sebagai nabi dan rasul. Dan kita tidak tahu sudah berapa banyak Dajjal-Dajjal yang lahir ke dunia ini.

2. Turunnya Isa ibnu Maryam A.S.
Menurut A.Hasan dalam bukunya Verslag Debat Pembela Islam menerangkan bahwa ada lebih kurang 30 buah hadis yang menerangkan akan turunnya Isa ibnu Maryam AS. Kedatangannya adalah untuk membunuh semua babi dan menghancurkan semua salib. Ulama mentakwilkan sebagai kehancuran dan lenyapnya agama Kristen dan memperkuat agama Islam. Dan kedatangan Isa anak Maryam itu adalah sesudah munculnya Dajjal.

3. Turunnya Imam Mahdi
Kepercayaan akan kehadiran Imam Mahdi pada akhir zaman telah merata dikalangan kaum muslimin. Mahdi artinya yang mendapat petunjuk. Kata Mahdi tidaklah terdapat dalam Al-Quran.
Kami kemukakan beberapa pendapat para ulama mengenai Imam Mahdi :
a.       Pendapat Ibnu Khaldun : “…semua hadis-hadis itu tidak ada yang terlepas dari bantahan, kecuali sedikit sekali”.
b.      Pendapat Syaikh Muhammad Darwisy : “Hadis-hadis tentang Mahdi semuanya lemah, tidak satupun yang dapat jadi pegangan. Janganlah kamu terpedaya oleh omongan orang yang mengumpulkannya dalam beberapa karangan”.
c.       Pendapat Sayid Rasyid Ridha : “Masalah Mahdi yang ditunggu-tunggu kedatangannya itu adalah masalah suatu dasar aliran politik yang diberi pakaian agama”.
Dari tiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa keyakinan akan hadirnya Imam Mahdi menjelang hari kiamat (sebagai salah satu tanda hari kiamat), tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian waktu datangnya hari kiamat tetaplah menjadi rahasia Allah, yang paling penting kita memperbanyak amal saleh sebagai bekal diakhirat, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.

C. Macam-Macam Kiamat
1. Kiamat Sughra atau Kiamat Kecil
Yaitu berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan kendaraan, kekeringan yang kepanjangan, hama tanaman yang merajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut di atas ditinjau dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan siksaan atau azab Allah swt.
Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 155-156 :
Artinya :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". (Q.S. al Baqarah ayat 155-156)
Firmannya Allah surat ali-Imran ayat 137:
“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”(Q.S. ali Imran ayat 137)

2. Kiamat Kubra
Yaitu masa kehancuran seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat al-Zalzalah ayat 1-5.
Artinya :
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. (Q.S. al Zalzalah :1-5)

Firmannya Allah surat al-Qari’ah ayat 1-5 :
Artinya :
Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Q.S. al Qari’ah ayat 1-5)

D. Proses Menuju Fase-fase Kehidupan Akhirat
Pada hari kiamat nanti manusia mengalami beberapa proses tahapan yang antara lain sebagai berikut:
1.      Yaumul Barzakh ( يَوْمُ الْبَرْزَخ ) yaitu masa penantian sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat kubra)
Firman Allah dalam surat al-Mukminun ayat 100 :
Artinya :
Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan (Q.S.al-Mukminun : 100)
2.      Yaumul Ba’ats (Hari kebangitan dari Alam Kubur) يَوْمُ الْبَعْثِ
Firman Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 6
Artinya :
Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.(Q.S. al-Mujadalah :6)
3.      Yaumul Hasyr (Hari Berkumpul di padang Mahsyar). يَوْمُ الْحَشْرِ
Firman Allah dalam surat al-An’am ayat 22
Artinya :
Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?". (Q.S. al An’am :22)

4.      Yaumul Hisãb (Hari Perhitungan/Pemeriksaan) يَوْمُ الْحِسَابِ
Firman Allah dalam surat al-Insyiqãq ayat 8
Artinya :
Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (Q.S. al Insyiqaq :8)
5.      Yaumul Mîzan (Hari Pertimbangan Amal) يَوْمُ الْمِيْزَانِ
Firman Allah dalam surat al-Anbiya’ : 87
Artinya :
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (Q.S.al Anbiya’ : 87)
6.      Yaumul Jaza (Hari Pembalasan) يَوْمُ الْجَزَاءِ
Firman Allah dalam surat al-Mukmin : 17
Artinya :
Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (Q.S. al Mukmin : 17)

E. Surga dan Neraka
1. Surga
Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang hakiki dan abadi sebagai balasan bagi orang yang bertakwa, beriman dan beramal saleh, yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Surga itu sesuatu yang belum pernah dialami selama di dunia oleh siapapun dan tidak dibayangkan keadaannya oleh pikiran dan gambaran dalam hati.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi sebagai berikut :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلم : قَالَ اللهُ تَعَالَى: " اَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِيْنَ ماَلاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ" (رَوَاهُ الْبُخَارى وَ مُسْلِمُ)
Artinya :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda : Allah Ta’ala berfirman “ Aku telah menyediakan untuk hambaku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan belum pernah didengar telinga serta belum pernah tergoreskan dalam hati manusia (HR.Bukhari Muslim)


Surga dijanjikan Allah untuk orang-orang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firmannya dalam surat al-Baqarah ayat 25
Artinya :
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: " Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
(Q.S. Al Baqarah:25).
Adapun nama-nama surga disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
a. Surga ‘Adn  
b. Surga Na’îm
c. Surga Ma’wa
d. Surga Firdaus
e. Dãrus-Salãm
f. Surga Dãrul Khulud
g. Dãrul Muqomah
h. Maqam Amîn

2. Neraka
Neraka adalah sesuatu tempat kehidupan di akhirat yang merupakan tempat penyiksaan yang sangat hebat dan dahsyat, yang dijanjikan Allah bagi orang-orang kafir (ingkar kepada Allah swt), orang-orang musyrik dan orang-orang munafik.
Firman Allah surat al-Baqarah ayat 39 :
Artinya :
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. al Baqarah : 39)
Firman Allah surat al Bayyinah ayat 6:
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Q.S. al Bayyinah :6)


Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
a. Neraka Jahîm
b. Neraka Jahannam
c. Neraka Hawiyah
d. Neraka Huëamah
e. Neraka Saqar
f. Neraka Sa’îr  
g. Neraka Laìa

F. Fungsi Iman Kepada Hari Akhir
1.      Menambah keyakinan bahwa perbuatan di dunia sebagai bekal kehidupan di akhirat.
2.      Meyakini bahwa Allah swt akan memberikan balasan kepada hambanya sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.
3.      Dengan meyakini adanya hari akhir, maka seseorang akan memiliki sifat optimis dalam menjalani kehidupan di dunia ini untuk menyongsong kehidupan yang hakiki dan abadi kelak di akhirat.
4.      Menumbuhkan sifat ikhlas dalam beramal, istiqomah dalam pendirian dan khusuk dalam beribadah
5.      Senantiasa melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar untuk mencapai ridha Allah swt.
6.      Meyakini bahwa segala perbuatan selama hidup di dunia ini yang baik maupun yang buruk harus dipertanggung jawabkan dihadapan Allah swt kelak di akhirat.
G. Kesimpulan
Iman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman yang utama selain iman kepada Allah swt yang mana didalamnya adalah tentang hari berakhirnya kehidupan di alam semesta. Sebagai umat muslim kita harus mempercayai akan adanya hari akhir (hari kiamat). Tanda-tanda Hari Akhir (kiamat) diantaranya, yaitu: Turunnya Imam Mahdi, Turunnya Isa ibnu Maryam A.S. Munculnya Dajjal dll.



Sabtu, 18 Oktober 2014

Bertemu lagi nih dengan ane, penulis relatif dari Palimanan. Maaf nih akhir-akhir ini ane jarang ngeposting hal-hal yang dianggap tabu dan layak diperbincangkan dikarenakan kesibukan ane melakukan rangkain peristiwa yang sangat penting bagi pendidikan ane yaitu persiapan sidang dan sidang PRAKERIN. Sebelumnya ane sudah ngeposting tentang PRAKERIN dan rahasianya beberapa bulan yang lalu dan beberapa hari yang lalu adalah puncak dari rangkaian PRAKERIN.

***
01 Oktober 2014, adalah hari pertama ane dan teman seperjuangan ane kembali ke naungan almamater yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan yaitu sekolah yang kami cintai. Selama kurang lebih 3 bulan kami tidak bertemu dengan teman seperjuangan, rasa kangen akan susana kelas yang ramai membumbuhi kisah persahabatan kita dan pada hari ini semuanya terbayar sudah karena kita dapat bertemu dan melepas rasa kangen yang teramat sangat dengan teman seperjuangan. Walapun setelah selesai PRAKERIN itu belum melaksanakan proses pembelajaran, namun kami disibukkan dengan persiapan sidang PRAKERIN yang dimulai pada tanggal 15 – 18 Oktober 2014. Kami diberi waktu 2 minggu untuk menyusun laporan sidang.

***
Waktu sidang pun tiba
Rabu, 15 Oktober 2014 hari yang sangat dikhawatirkan, ditakutkan, ditunggu-tunggu dan di yang lainnya pun tiba. Tepat pada hari itu adlah hari pertama dilakukannya sidang PRAKERIN. Namun apakah ane harus bersyukur atau tidak karena ane dapat hari ke dua dalam pelaksanaan sidang. Kalau boleh milih ane akan pilih hari ppertama dalam pelaksanaan sidang. Kami keluarga besar SWAT (XII TOI 2) berdoa untuk kelancaran sidang dihari pertama dan kedua. Setelah beberapa menit ketika sidang dimulai, ada beberapa teman yang sudah selsai melaksanakan sidangnya, dalam hati pun berkata “enak banget sudah selsai sidangnya, jadi ingin cepet-cepet sidang”. Banyak yang menanyakan bagaiman sidangnya? Apa ajah yang ditanyakan selama sidangnya? Dan lain-lain
***
Kamis, 16 Oktober 2014. Waktu sidang ane pun tiba. Hari itu benar-benar membuat hati ane was-was dan khawatir, detak jantung pun tak berhenti berdetak dengan kencang. Sidang pun dimulai pukul 10.00 WIB dan diberi waktu perorang 10 menit dalam melaksanaan sidang, namun pada kenyataannya banyak yang sidang dengan memakan waktu lebih dari 10 menit bahkan hingga 30 menit. Perkiraan ane sidang yaitu sekitar pukul 13.30, namun ane menunggu hingga pukul 15.30 untuk bisa melaksanakan sidang tersebut. Diselas-sela menunggu waktu sidang tiba, ane dan teman-teman melakukan kegiatan yang harusnya mempelajari kembali materi sidang, eh malah melakuka makan-makan, foto-foto dan bercanda ria. Memang mereka semua termasuk ane gila dan gokil semua, namun itulah teman-teman ane yang penuh dengan keceriaan.



***
Waktu sidang ane pun tiba. Untungnya rasa dag dig dug dari jantung ane tidak terlalu kencang seperti ketika menunggu sidang tadi. Ane pun langsung masuk dan langsung menyerahkan laporan PRAKERIN dan jurnal ke guru penyidang dan langsung melakukan persentasi di depan guru penyidang. Ketika ane sedang melakukan persentasi, tiba-tiba guru penyidang memotret ane dengan handphone miliknya, namun ane tidak mempedulikan guru penyidang tersebut. Setelah melakukan persentase kurang lebih 10 menit, waktu tanya jawab pun tiba. Ane sengaja ketika persentasi tidak mempersentasikan materi yang tidak terlalu banyak agar ketika penyidang bertanya kepada ane tidak kemana-kemana, dan pertanyaan pertama pun diutarakan oleh penyidang, didalam hati ane tidak terbayangkan sebelumnya tentang pertanyaan tersebut, namun ane berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut meskipun jawabannya belum tentu benar. Dan setelah ane menjawab pertanyaan pertama, sang penyidang pun kembali bertanya tentang jawaban yang ane jawa pada pertanyaan pertama tadi, begitu seterusnya hingga sidang pun selesai. Setelah keluar dari ruangan sidang, hati ane rasanya lega sekali (plong) karena sidang telah selsai dilaksanakan.

***
Setelah sidang ane selsai, ane tidak langsung pulang ke rumah, dikarenakan sebelumnya kami ingin menunggu hingga peserta sidang terakhir selsai. Sembari menunggu sidang selsai semua kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengabadikannya dengan berfoto puluhan foto telah kami ambil dengan berbagai pose dan gaya, dan sambil menikmati indahnya pemandangan matahari tenggelam di sekolah.





Untung saja ane belum pulang, jika tidak maka ane tidak bisa menikmati suasana seperti ini. peserta sidang terakhirpun selasi melakukan sidang nya, kami segera berberes-beres untuk persiapan pulang hingga waktu maghrib tiba.
Meskipun hari telah senja dan matahari telah kembali ke pangkuannya, kami sangat menikmati suasana seperti ini, suasana yang mungkin jarang terjadi.

Satu doa kami untuk kita semua terutama untuk XII TOI 2, yaitu lulus sidang dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Terimakasih teman atas semuanya untuk hari itu...

Senin, 15 September 2014

Contoh makalah agama islam tentang dosa besar


Makalah Agama Islam
PERILAKU TERCELA (DOSA BESAR)



KELOMPOK 4
NAMA KELOMPOK:
1.  FAJRI SUBHAN
2.  KAMBALI
3.  MUCH. HAMZAH
4.  MUH. RIFQI SODIK
5.  RYAN ANGGRIYANDI
6.  TEGUH PRAKOSO
Kelas XI TOI 2

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 JAMBLANG
Jalan Nyi Mas Rara Kerta Sitiwinangun Jamblang Telp. (0231) 344255-344256

Kabupaten Cirebon 45157


I.   Pengertian Dosa Besar

Dosa adalah sesuatu yang bergetar dalam jiwa dan kita tidak suka apabila hal tersebut diketahui oleh orang lain, sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw. Dalam sabdanya 
               Artinya:” Dan dosa ialah suatu yang bergetar dalam jiwamu dan engkau tidak suka apabila ada orang yang mengetahuinya.” (HR Muslim)

Orang yang melakukan perbuatan dosa adalah orang mau mengikuti ajakan hawa nafsu syaithan, dan orang yang mudah di pengaruhi oleh hawa nafsu syaithan hanyalah orang yang lemah imannya. Karena itu agar kita selamat dari godaan syetan dan tidak mudah melakukan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan dosa maka, harus selalu menjega kualitas iman dengan cara rajin melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
Apakah yang mendorong seseorang melakukan dosa? Pada dasarnya seseorang melakukan dosa karena orang tersebut tidak mampu memerangi godaan setan. Hal ini disebabkan karena imanya yang masih lemah atau belum memiliki keyakinan yang kuat kepada kebanaran agamanya. Dosa ada yang kecil dan ada yang besar. Dosa kecil sering dilakukan manusia tanpa sengaja, tetapi manusia tetap harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindarkan diri dari dosa, baik yang besar maupun yang kecil. Cara menghapus dosa kecil yang diperbuat oleh manusia, ditunjukan oleh Rasulullah, antara lain sebagai berikut.

Artinya: ”Salat lima waktu dan salat jumat ke salat jumat berikutnya menjadi penghapus dosa kecil yang terjadi di antaranya selama dosa besar tidak dikerjakan.”(HR Muslim dan At Trirmizi).
Adapun perbuatan yang termasuk dosa besar dan dapat merusak iman seseorang dijelaskan dalam sabda Rasulullah saw. Sebagai berikut.
        
Artinya: “Dari Anas bin Malik ra. Katanya Rasulullah saw. pernah menyebutkan dosa-dosa besar atau pernah ditanya orang tentang hal itu. Beliau berkata,”Menyekutukan Allah, membunuh jiwa (Manusia) durhaka kepada kedua orang tua.” Setelah itu Beliau berkata,” Akankah saya beritahukan kepadamu dosa-dosa besar yang paling besar?” Beliau melanjutkan,”Perkataan bohong!” Atau Beliau berkata,” Kesaksian yang dusta.” (HR Bukhari).
Adapula yang memasukkan kedalam golongan dosa-dosa besar perbuatan-perbuatan seperti sihir, riba, memakan harta anak yatim, lari dari pertempuran, dan menuduh berzina sebagaimana hadis sebagai berikut ini.

              Artinya:” Hadits Abu Hurairah ra dari Nabi raw. Dari Rasulullah. Beliau bersabda,” Jauhliah tujuh macam dosa besar yang membinasakan,”para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah ketujuh macam dosa itu?” beliau menjawab,”Menyekutukan Allah,sihr, membunuh jiwa (manusia) yang diharamkan Allah, kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari pada saat pertempuran, dan menuduh (berbuat Zina) terhadap wanita-wanita mukmin yang selalu menjaga diri dan tidak pernah berpikir (untuk berzina)).” (HR Muttafaqun alaih).


1.    Macam –Macam Dosa Besar
Selanjutnya, berdasarkan hadits tersebut, akan diuraikan beberapa dosa besar, yaitu sebagai berikut :

      1).Syirik
Pengertian kata syirik menurut bahasa berasal dari kata asyraka, yusyriku, syarikan yang artinya syarikat atau sekutu. Pengertian syirik menurut istilah ilmu tauhid adalah prbuatan mensyarikatkan atau menyekutukan Allah SWT. dengan sesuatu selain-Nya, baik zat-Nya, sifat Nya, perbuatan-Nya maupun dalam hal kenyataan yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah SWT. Orang yang melakukannya disebut dengan musyrik.
Syirik merupakan dosa yang paling berat karena pelakunya tidak akan memperoleh ampunan Allah apabila sebelum wafat ia tidak bertubat dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh) sebagaimana diungkapkan dalam firman Allah swt.
            Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena menyekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) selain syirik itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa menyekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An Nisa : 48)
Allah juga mengharamkan surga dan melenyapkan semua pahala dan amalan bagi orang yang syirik.

Akibat buruk yang ditimbulkan oleh perbuatan syirik sehingga kita harus menjauhinya, antara lain sebagai berikut.
      a. Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik apabila ia tidak bertobat dengan tobat nasuha.
      b. Allah mengharamkan surga bagi orang musyrik.
      c. Manusia diberi amanah oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi (memimpin seluruh makhluk).
      d. Orang musyrik akan rusak akhlaknya sehingga tingkahnya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti rakus, tamak, keji kejam, dengki, penakut, dan berani membuat syariat sendiri.
      e. Orang musyrik sebagaimana di jelaskan dalam QS At Taubah:28 adalah najis sehingga haram masuk Masjidil Haram

2).Durhaka Terhadap Orang Tua (Uququl Walidain)
Orang tua yang paling banyak jasanya dan paling dekat dengan kita adalah kedua orang tua, yaitu ibu dan bapak. Seorang yang durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa besar. Perbuatan yang termasuk di dalamnya, antara lain membentak, menghardik, berkata yang tidak sopan atau berkata yang sifatnya meremehkan dan meyakiti hati atau perasaan orang tua.
Ajaran Islam memerintahkan agar seorang anak berkata sopan dan lemah lembut terhadap orang tuanya. Firman Allah SWT menyatakan
      Artinya:
“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia,”(Q.S Al Isra:23)

Anak yang duhaka kepada orang tua akan mendapat murka Allah sebagai mana keterangan Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah saw, bersabda:

Artinya: ”Keridaan Allah adalah keridaan kedua orang tua dan kemurkaan Allah adalah kemurkaan kedua orang tua”. (HR Turmuzi, ibnu Hibban, Al Hakim dan Tabrani).

3).Saksi palsu
         Pengertian menurut bahasa, kata saksi atau syahadah diambil dari kata musyahadah yang berarti melihat dengan mata kepala. Pengertian saksi menurut istilah ialah pemberitahuan seseorang tentang apa yang dia ketahui dengan lafal ‘aku menyaksikan’ atau’aku telah manyaksikan’ (asyhadu atau syahidtu).
        Tidak halal bagi seorang untuk bersaksi, kecuali apabila ia benar-benar mengetahui. Pengetahuan itu diperoleh malalui penglihatan atau pendengaran atau ketenaran dalam kasus yang pada umumnya sulit untuk diketahui, kecuali melaluinya. Ketenaran atau istifadah adalah kemasyhuran yang membuahkan dugaan atau pengetahuan.
       Sayyid sabiq dalam kitabnya fiqh Sunnah menjelaskan hukum kesaksian adalah fardu ain bagi orang yang memikulnya bila ia dipanggil untuk itu dikhawatirkan kebenaran akan hilang. Akan tetapi, meskipun tidak dipanggil, tetapi wajib hukumnya apabila tanpanya dikhawatirkan kebenaran akan hilang. Seseorang yang menyaksikan suatu peristiwa tidak boleh menyembunyikan kesaksiannya atau menjadi saksi palsu, yaitu bersaksi tidak sesuai dengan kejadian perkaranya (tidak sesuai fakta) sebagaimana firman Allah swt.
Artinya:
 “Janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya.”(QS Al Baqarah:283)

       Dalam hadis, Rasulullah bersabda yang artinya,”Amat celaka orang yang karena kesaksiannya menjadikan milik orang lain menjadi hilang.” Kata saksikan, banyak peristiwa akhir-akhir ini yang karena kesaksian palsu (dusta) dari seseorang atau pejabat tertentu, menyebabkan rakyat kecil kehilangan hak-haknya, kehilangn tanahnya, kehilangan harta pencahariannya, dan lain sebagainya. Mereka inilah yang dimaksud secara tegas oleh Rasulullah sebagai orang yang celaka (terlaknat) karena dengan kesaksiannya membuat orang lain teraniaya dan terhalang hak-haknya.
       Dalam hadis lain, Rasulullah menjelaskan yang artinya,” Barang siapa yang memutuskan atau menghilangkan hak orang lain dengan sebab kesaksiannya, baik dalam bentuk sumpah maupun pernyataannya, maka Allah telah mewajibkan untuk itu masuk kedalam neraka dan mengharamkannya masuk ke dalam surga.” Seorang sahabat bertanya,” Ya Rasulullah, bagaimana jika kesaksian palsunya itu berkaitan dengan masalah yang kecil.?” Rasulullah saw. Menjawab,” Sekalipun haknya yang hilang itu hanya sepotong kayu.”

4).  Sihir
        Sihir merupakan suatau masalah penting yang harus ditentang oleh para ulama dengan cara meneliti dan menulis karena sihir menjadi masalah yang terjadi dalam realita kehidupan masyarakat. Para pelaku sihir bekerja siang dan malam untuk berbuat kehancuran dengan imbalan uang yang mereka terima dari manusia-manusia yang berjiwa lemah, jahat dan dendam terhadap saudaranya sesama muslim, sementara orang yang terkena sihir menjadi menderita dan tersiksa karenanya.
        Pengerian sihir menurut bahasa adalah menghilangkan. Menurut Ibnu Faris dalam kitab Al Misbah Al Munir, sihir adalah memerlihatkan kebatilan dalam bentuk hak(kebenaran). Dalam Al Mu’jam Al Wasut yang ditulis oleh Ibrahim mustaa disebutkan bahwa sihir adalah sesuatu yang memakai cara lembut dan halus.
                       
Pengertian sihir menurut istilah yaitu sebagai berikut
1). menurut Fakhruddin Ar Razi mengatakan sihir dalam istilah syara dikhususkan bagi suatu yang penyebabnya tak terlihat atau samar, terbayang dalam wujud yang bukan sebenanya. Dan berlangsung melalui pemutarbalikan dan tipuan
2).menurut Ibnu Qudamah, sihir adalah bundelan (buhul), mantera-mantera dan ucapan yang diucapkan atau tertulis atau mengerjakan sesuatu yang menimbulkan pengaruh pada badan, hati atau akal orang yang terkena sihir dengan tidak menyentuhnya.
      Diantara akibat sihir  ada yang bia membunuh, menjadikan sakit, menyebabkan seseorang tidak mampu melakukan hubungan suami istri, bercerai, membuat marah, atau mnimbulkan rasa cinta tanpa melalui kesadaran penuh. Dengan demikian, sihir merupakan kesepakatan atau perjanjian antara tukang sihir dengan setan dengan syarat tukang sihir harus melakukan perbuatan-perbuatan haram dan syirik sebagai imbalan dari bantuan dalam keputusan setan kepadanya. Pera ulama sepakat bahwa perbuatan sihir termasuk dalam dosa besar yang harus dihindari atau dijauhi sebagai mana firman Allah SWt Artinya:”
dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".(QS Saba: 43)


5).Mencuri dan merampok
         1. mencuri
       mencuri ialah mengambil barang orang lain dengan jalan sembunyi-sembunyi atau diam. Mencuri merupakan dosa besar dan wajib di hukum. Yaitu dengan cara dipotong tangannya. Apabila seorang mencuri untuk pertama kalinya, maka yang di potong adalah tangan kanannya dari pergelangan tangan. Bila ia mencuri untuk kedua kalinya, maka yang di potong adalah tangan kirinya dari ruas tumit. Bila ia mencuri yang ketiga kalinya, maka yang di potong adalah tangan kirinya. Dan apabila ia mencuri yang ke empat kali, maka yang dipotong adalah kaki kanannya. Apabila ia masih juga mencuri, maka ia harus dipenjarakan sampai ia bertobat. Firman Allah SWT.

Artinya:
“laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS Al Maidah 28).

Pencuri itu sendiri baru dapat dihukum karena salah satu pembuktian dari dua hal, yakni pengakuan yang jelas dari si pencuri bahwa ia telah mencuri tanpa diintimidasi dan teror, dan kesaksian dari dua saksi (yang adil) yang bersaksi bahwa si pencuri telah mncuri . apabila si pencuri menarik kembali pengakuannya, maka tangannya tidak jadi di potong, namun ia harus mengganti barang yang dicurinya karena bisa jadi penolakan itu di sunahkan untuk menjaga tanagn seorang muslim.
                       
Syarat hukum potong tangan adalah sebagai berikut.
      1)    pencuri tersebut sudah balig, berakal, dan melakukan pencurian itu dengan kehendaknya. Bagi anak-anak, orang gila dan orang yang dipaksa oleh orang lain untuk mencuri tidak dapat dihukum atau dipotong tangannya
      2)    barang yang dicuri itu sedikitnya sampai satu nisab (kira-kira seberat 93,6 gram emas) dan barang itu di ambil dari tempat penyimpanannya. Barang itu pun bukan kepunyaan si pencuri dan tidak ada jalan yang menyatakan bahwa ia berhak atas barang itu.


2. Merampok
   Perbuatan merampok, yaitu suatu perbuatan yang tercela yang didalamya terdapat unsur pemaksaan, pencurian dan perampasan memiliki akiba yang sangat berbahaya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terhadap diri sendiri, pelaku perampokan akan selalu mengalami rasa gelisah dalam hidupnya, jiwanya seakan dikejar-kejar oleh perasaan bersalah, bahkan lama-kelamaan keimanan dan keislaman akan terkikis dan terlepas dari dalam dirinya. Adapun terhadap orang lain sudah tentu perbuatan tersebut sangat merugikan dan menakutkan.
   Perbuatan merampas atau merampok harta orang lain yang kadang disertai kekerasan, ancaman senjata, dan bahkan pembunuhan merupakan perilaku yang sangat mengelisahkan dan mengerikan sehingga termasuk perbuatan haram dan merupakan dosa besar yang wajib dijauhi oleh setiap individu. Apabila dalam suatu masyarakat banyak terjadi perampasan dan perampokan, maka warga masyarakat lain yang ada di lingkungan tersebut akan mengalami keresahan tidak akan memperoleh kedamaian dan ketentraman serta tidak terwujud adanya kemakmuran dan kesejahteraan bersama yang mereka dambakan. Firman Allah SWT

Artinya:
“dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”(QS An Nisa :93)

Oleh karena itu, tepat sekali penegasan Allah swt. Dalam Al Quran bahwa para perampok itu (orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi) dan termasuk kelompok hirabah, yaitu kelompok yang menyatakan perang terhadap  Allah swt. Dan rasul-Nya. Mereka dianggap perang terhadap Allah dan rasul-Nya karena yang mereka lakukan merupakan perbuatan melawan hukum Allah swt. Dan mengganggu masyarakat yang dilindungi oleh hukum tersebut. Orang-orang yang saleh memerangi Allah dan rasul-Nya disebutkan dalam firman Allah swt. Sebagai berikut:

Artinya :
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,(QS. Al Maidah : 33)


Adapun hukuman bagi prampok memiliki perbedaan dengan pencurian sesuai dengan jenis perampokan yang terdiri dari 4 macam, yakni sebagai berikut ;
      1)    Permpokan dengan membunuh orang yang dirampoknya dan diambil hartanya. Dalam hal ini hukumnya wajib dibunuh, kemudin disalibkan (dijemur).
      2)    Perampokan dengan membunuh orang yang dirampok, tetapi hartanya tidak diambil. Hukumnya dibunuh tanpa disalib.
      3)    Hanya mngmbil hartanya saja yang sedikitnya satu nisab, sedngkan orangnya tidak dibunuhnya. Hukumnya dipotong tangan kanannya dan kaki kirinya.
      4)    Perampokan yang tujuannya hanya menakut-nakuti saja, hukumannya adalah dipenjara, atau hukuman lain berdasarkan pertimbangan hakim yang dapat memberinya pelajaran sehingga ia tidak mengulangi perbuatan itu kembali.
Apabila perampok  telah benr-benar brtobat sebelum ia tertangkap, maka gugurlah baginya hukumn di atas bagi perampok tersebut. Hal tersebut berarti bahwa apbila ia membunuh orang dan mengambil hartanya, maka gugurlah baginya hukuman bunuh dan salib. Wali dari orang yang di bunuh boleh mengambil kisas atau memaafkan dan perampok itu wajib mengembalikan harta yang diambilnya. Apabila perampok itu hanya membunuh saja, maka gugurlah hokum bunuh dan dalam hal ini terserah kepada wali, apakah akan diambil kisas atau dimaafkan. Apabila perampok tersebut hanya mengambil harta saja, maka dia hanya dipotong tangannya, namun tidak dipotong kakinya. Jadi, dalam hal ini yang menjadi gugur dalam tobat seblum tertangkap hanyalah hak Allah, sedangkan hak manusia tidak gugur, bahkan harus terus dilakukan (QS Al Maidah : 34)

Pengertian hukuman potongan tangan dapat beraneka macam pendapat. Selain pengertian tangannya yang dipotong sebagai balasan atas perbuatan , menurut suatu pendapat dapat pula berarti sifat-sifat tercelanya yang dipotong, dipenjarakan, kemudian dibimbing sehingga sifat tercela tersebut dapat hilang. Perbuatan mencuri, merampok dan merampas jelas sangat berbahaya, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain atau masyarakat. Terhadap dirinya sendiri dapat berakibat antara lain kehidupan si Pelaku pasti tidak kan mersa tenang. Jiwanya akan merasa dikejar-kejar oleh bayangan dosa, bahkan sedikit demi sedikit keimanan dan keislamannya akan terlepas dari dirinya.Rasulallah saw.pernah bersabda :
Artinya :                                                                                                                                                                               
“Tidaklah seorang pencuri ketika mencuri itu ia beriman.”(HR Bukhari).

 Kita wajib menjauhi, bahkan membenci perbuatan tercela tersebut. wujud kita membenci perbuatan tersebut dapat dilakukan melaluli perilaku berikut ini.
      1.    tidak menyakiti teman-teman, baik secara fisik maupun perasaan, laki-laki maupun permpuan
      2.    tidak mau melakukan pencurian milik orang lain, bahkan kebiasaan menyembunyikan perlengkapan sekolah atau barang-barang teman sekolahnya.
      3.    tidak mau menipu atau membohongi kawan, apalagi orang tua atau guru.
      4.    tidak membiasakan diri dengan perilaku yang merugikan orang lain.


3. Membunuh
   Hak-hak paling utama bagi setiap manusia yang dijamin pula oleh Islam adalah hak hidup,  hak pemilikan, hak pemeliharaan kehormatan, hak kemerdekaan, hak paersamaan, dan hak menuntut ilmu pengetahuan.
    Diantara hak-hak tersebut, hak yang paling penting dan mendapat perhatian adalah hak hidup. Firman Allah SWT.

Artinya :
dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.”(QS Al Isra:33)

Dalam islam, ada yang membahas jinayat. Jinayat adalah perbuatan dosa, maksiat, atau kejahatan. Dalam fiqih, jinayat adalah perbuatan yang dilarang syarak, baik mengenai jiwa, harta, dan lain-lain. Islam memberikan perhatian terhadap perlindungan jiwa dan Allah mengancam orang yang merampas hal tersebut dengan hukuman yang berat. Allah SWT. Berfirman.
Artinya:
       “dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”(QS An Nisa: 93)

Jenis-jenis pembunuhan dan hukumannya berdasarkan Al Quran dan hadis dijelaskan sebagai berikut.
      a.    pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja, yaitu merencanakan pembunahan dalam keadaan jiwa sehat dan penuh kesadaran. Pembunuhan semacam ini dapat dihukum kisas artinya dihukum mati, kecuali dimaafkan oleh pihak keluarga korban dan kepadanya dituntut anda.
      b.    Pembunuhan yang terjadi tanpa di sengaja dengan alat yang tidak mematikan. Hukumannya adalah penjara atau denda yang cukup berat.
      c.    Pembunuhan karena kesalahan atau kekhilafan samata-samata tanpa direncanakan dan tidak ada maksud  sama sekali, misalnya kecelakaan. Hukuman tersangka adalah penjara atau denda ringan.

Jenis-jenis jinayat terhadap jiwa diuraikan sebagai berikut.
      a.    jinayat dengan sengaja
       jinayat dengan sengaja, yaitu seseorang sengaja berniat ingin membunuh orang atau menyakiti, kemudian ia pergi kepada orang tersebut, memukulnya dengan besi atau dengan batu, atau menjatuhkannya dari tempat yang tinggi, atau menenggelaminya ke dalam air, atau membakarnya dengan api, atau mencekiknya, atau memberinya makanan yang telah di beri racun kemuadian orang tersebut meninggal dunia, atau penjahat tersebut merusak salah satu organ tudbuh tersebut, atau melukainya. Hukum jinayat dengan sengaja ini wajib dilakukan kisas. Firman Allah SWT
Artinya :
“dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.”(QS Al Maidah:45)

      b.    Jinayat karena Keliru (tidak di sengaja)
       Jinayat karena keluru yaitu orang muslim mengerjakan sesuatu yang boleh di kerjakan, misalnya melempar atau berburu, atau memotong-motong daging hewan, kemudian alatnya terlepas dari tangannya, kemudian mengenai orang lain yang kemudian meninggal dunia karenanya atu melukainya. Hukuman jinayat seperti itu seperti hukum jinayat semi sengaja. Hanya saja, diat lebih ringan dan pelakunya tidak berdosa, sedang dosa pada jinayat semi sengaja itu diperberat dan pelakunya berdosa.

Ada beberapa sikap yang harus dihindari agar tidak terjadi perselisihan, dianrtaranya adalah sebagai berikut.
      a.    Mudah tersinggung
      b.    Memiliki wawasan sempit
      c.    Menutupi diri atau sulit menerima pendapat orang lain
      d.    Tidak bisa beradaptasi atau hidup dalam lingkungan majemuk
      e.    Tidak mau menerima kenyataan.
      f.     Tidak siap menerima perkembangan zaman.
      g.    Kurang informasi.
      h.    Suka memaksakan kehendak.
      i.      Merasa paling benar.
      j.      Egois
      k.    Fanatik yang berlebijhan.
                       
         Untuk memperkecil peluang terjadinya hal-hal buruk tersebut, kita harus selalu memupuk perilaku terpuji, baik terhadap dir pribadi maupun terhadap lingkungan atau masyarakat. Hal-hal dibawah ini dapat melatih diri kita untuk membentengi diri dari perilaku tercela, khususnya perbuatan membunuh.
a.    Membiasakan bersilaturahmi
b.    Mampu menahan amarah
c.    Mampu memaafkan kesalahan
d.    Bebuat adil
e.    Memperbanyak berbuat kebijakan
f.     Suka menolong
g.    Bersikap lemah lembut
h.    Meninggalkan hal-hal yang menyangkut riba
i.      Meneguhkan hati untuk mengikuti jalan yang rurus
j.      Memakan makanan yang halah dan tayyib
k.    Senantiasa berdoa kepada Allah swt
l.      Berlaku lurus terhadap manusia
m.   Tidak pelit atau kikir 


2 .kesimpulan
Dosa adalah sesuatu yang bergetar dalam jiwa dan kita tidak suka apabila hal tersebut diketahui oleh orang lain, sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw. Dalam sabdanya.
Orang yang melakukan perbuatan dosa adalah orang yang mau mengikuti ajakan hawa nafsu syaithan, dan orang yang mudah di pengaruhi oleh hawa nafsu syaithan hanyalah orang yang lemah imannya. Hal ini disebabkan karena imanya yang masih lemah atau belum memiliki keyakinan yang kuat kepada kebanaran agamanya
Sebagai orang yang beriman kita harus bisa menghindari perilaku dosa besar ataupun dosa kecil, agar hidup kita bisa tenang dan selamat dunia dan akhirat.

Jumat, 05 September 2014

Kakak, adik, tante, om, kakek, nenek, mas, mba kalian pasti heran, kenapa aku memelih judul postingan ini seperti itu? Ya karena ini adalah cerita aku ketika aku dan teman-teman mengadakan liburan disuatu tempat yang sangat indah, bali, jakarta, bahkan paris pun lewat. Mau tau dimana liburan kita, segera tatap terus layar monitor anda kalau bisa sih sampai pecah :D 

Satu hal yang tidak akan pernah ku lupakan yaitu liburan beberapa hari yang lalu bertempat dirumah wali kelas di Indramayu dan bersama anak-anak TOI 2. Awalnya mungkin ini atau liburan ini hanya sekedar isyu belaka, namun ini semua benar terjadi. Walaupun tidak semua anak XI TOI 2 ikut. Sabtu 21 Juni 2014  kita semua berangkat. Kebersamaan dan kehangatan pun terasa ketika kita semua berkumpul untuk menyantap ikan bakar, meskipun kami juga harus melawan pedasnya sambal hingga menguras keringat kami,



tak lupa juga ketika waktu tidur malam tiba, kami anak cowok berkesempatan tidur di kamar atas, dan suasana di kamar pun terasa hangat sehingga membuat kita melepaskan baju kita walaupun angin dari kipas berhembusan.



Suasana negatif pun datang, ketika salah satu dari kami menonton vidio yang luar  biasa, temanku yang lainnya pun ikut meramaikan untuk menonton vidio tersebut. Tetapi aku hiraukan mereka, aku lebih fokus untuk menikmatik tontonan yang aku lihat di televisi, terkadang aku juga harus berebut chenel dengan yang lainnya. Dan puncak dari liburan kali ini yaitu menikmati indanya matahari terbit di laut Glayem. Yah berhubung rumah wali kelas tidak jauh dari laut glayem, esok harinya kami langsung ke tempat tersebut. Kami mengabadikan moment yang jarang seperti ini dan sambil menikmati pantai yang sejuk. 




Tak lupa juga permainan sepak bola menambah seru suasana liburan ini, seakan-akan kita adalah anak pantai yang selalu bermain disepanjang garis pantai. Saat-saat indah bersama ini mungkin jarang bisa terulang kembali, namun kita semua tetap satu, satu kelurga besar, keluarga yang didasari oleh kebersamaan dan kegokilan. Inilah kita SWET (Soulid and Wonderful of Automation Two)