Rabu, 21 Oktober 2015

Husttt..... ceritanya ngusir laba-laba habis udah lama nih blog gk ke urus, banyak debu sampe banyak laba-laba, untung ajah gk da kecoa *ini blog atau gudang hhaha
Balik lagi ke awal, terakhir kali aku nulis itu tentang aku yang sudah menemukan hal baru yaitu ditrimanya aku di salah satu perusahaan retail yang mana ditempatkan diluar tempat tinggalku, ingatkan bagaimana lika likunya aku selama disana, dan sekarang tau gak nih sobat ada berita baru dari diriku, namun apa aku juga ngga bisa mastiin apa itu good news or bad news langsung saja kita saksikan dilayar kaca nako anda masing-masing.

Jadi gini, jelang akhir bulan aku mendapat kabar dari SPVku untuk dipindahkannya tugas kerja di tempat tinggalku, saat itu aku senang syekaliii akhirnya penantianku untuk dipindah terkabul juga. Beliau menyuruhku untuk pindah ke daerah yg tidak jauh dari rumahku yg mengharuskanku untuk nak angkot dua kali, sungguh saat itu aku sangat bingung apakah ak harus mengambil kepindahanku atau tidak dengan alasan disana mengharuskan untuk naik angkot dua kali yg kalau setiap malam sudah tidak ada. Aku bingung dan sangat galau saat itu, disatu sisi akhrinya aku dipindahkan ke daerah tempat tinggalkudan disisi lain aku dipindah yg mengharuskanku untuk naik angkot dua kali, namun jika aku tidak mengambilnya ngga au kapan ada kesempatan seperti itu lagi. Dan setelah aku berfikir yg sangat lama akhirnya aku mengambil keputusan untuk menerima kepindahanku dan aku juga sudah memikirkan resikonya. memang berat untuk berpisah dengan orang-orang disana, aku juga sudah nyaman disana. Hari itu hari terakhirku dgn mereka, jelas aku tidak memanfaatkan betul moment terakhir tersebut.

Tepat tanggal 1 kemarin aku sudah tidak lagi ditempatkan diluar kota, kini aku siap dengan situasi, tempat, dan nuansa baru yang belum pernah aku temukan sebelumnya.Satu hari berjalan jelas dan terlihat sangat mencolok perbedaannya, bukannya aku membandingkan yg satu dengan yang lainnya namun aku merasakan sendiri apa yang ada didepan dan inilah keadannya sebuah tempat baru yang sagat berbeda dan hanya satu yg sama yaitu nama yg terpampang dengan jelas dipinggir jalan raya. Beberapa hari pertama memang sulit menerima kondisi yg baru dan berbeda dari sebelumnya, anamun apakah aku harus kehilangan semngat hanya karena seperti itu tentu tidak aku terus berusaha agar bisa beradaptsi dengan lingkungan sana dan bisa akrab dengan yg lebih senior.

Satu minggu berlalu dan inilah kenyataannya, perlahan aku mulai akrab dan nyaman dengan mereka. Nmaun yang namanya senior dan junior tetap saja ada, dulu sewaktu aku masih diluar kota banyak pegawai yang baru dan seumuran denganku, jelas senior junior tidak ada. dan eh disini bukanny aku membela dengan yang lama namun sekali lagi inilah kenyataan yang ku hadapi sekarang, senior dan junior masih jelas tercium dan terdengar dengan kental dipikiranku. Memang aku sadar disisni aku beberapa hari dan bekerja diperusahaan ini baru dalam itungan bulan, aku hanyalah anak baru yang msih membutuhkan ilmu dari para pendahlu sebelumnya dan bantulah aku agar aku bisa ekerja dengan baik dan benar, hanya itu yang aku butuh bukannya hal yang membuat aku terus-terusan luka seperti ini *kadang-kadang. Aku juga tau, junior itu tempatnya salah dan senior itu selalu benar, terus apa aku harus seperti itu seterusnya. Aku juga harus balik lagi pada diriku sendiri, aku juga harus inisiatif dan selalu berfikir positif kedepannya. Yang terpenting jalanin saja seperti air mengalir, Tuhan itu tidak pernah tidur dan akan selalu mendengar setiap doa yg keluar dari mulut para umatNya, niscaya akan ada buah yang manis dan atang dibalik ini semua.

Jumat, 21 Agustus 2015

Maaf nih udah lama ngga nulis-nulis lagi di blog, hehe maklum sekarang aku bukan anak sekolah lagi yang mungkin masih punya waktu untuk nulis di blog. Kali ini aku akan menceritakan pengalaman ku setelah aku menyelesaikan pendidikan tingkat S3 ku, buset dah S3, S1 ajah belum amin lah kalau sampai S3, maksud aku tingkat SMA. Jujur sebenarnya aku asih ngga percaya kalau aku sudah lulus SMA tepatnya SMK. Padahal aku masih ingin menikmati masa-masa putih abu-abu yang kata orang adalah masa-masa yang paling dalam hidup, masa dimana kita merasakan indahnnya persahabatan dan kebersamaan, yah itulah SMA, masa remaja yang sedang mencari jati diri utuk menuju kedewasaan.

Ok kembali ke pokok permasalahan, tak perlu panjang lebar lagi. Kali ini aku akan berbagi cerita pengalamanku dalam mencar duit, yang ijo-ijo gitu. Alhamdulillah aku pancarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena setelah sekian lama aku mencari pekerjaan sampai ke ujung samudra akihrnya aku mendapatkan dan ketrima juga. Awalnya aku Cuma iseng-iseng mencoba nglamar ke loker tersebut, sebelum aku mencari pekerjaaan ke luar kota nan jauh disana. Setelah aku mengikuti test dan interview di PT tersebut, tak ku sangka aku lolos dan berhak untuk mengikuti ke tahap selanjutnya yaitu training (buka celana panjang). Padahal selama ini aku sudah mengikuti berbagai seleksi di berbagai PT untuk ditempatkan di luar kita sana, eh dapatnya malah di dalam kota sendiri. Sebenarnya aku juga sudah berniat untuk beberapa waktu kedepan aku bekerja di daerahku dulu baru aku ke daerah orang, dan ternyata itu terkabul, ngga nyangka banget sih.

Cerita belum selesai sampai disitu. Setelah aku mengikuti training selama kurang lebih 10 hari, aku bersyukur untuk yang kedua kalinya karena aku sudah benar-benar ditrima di PT tersebut. Namun ada juga yang sedihnya nih, memang aku dapat pekerjaan di daerah kelahiranku, namun aku dapat tempat tugasnya bukan di daerah kelahiranku melainkan didaerah tetangga kelahiranku, ngga ngerti? Sama aku juga. Maksdunya aku ditempatkan di luar kota tempat kelahiranku, namun masih berdekatan, ngga ngerti juga ya sudah tutup ajah.

Untuk bisa sampai ke tempat kerja ku, aku harus menempuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan itu pu naik angukutan umum yang ada didaerahku, aku tidak di izinkan untuk membawa kendaraan bermotor sama orang tua ku karena jaraknya terlalu jauh. Aku harus berangkat minimal 1 jam lebih awal sebelum jam kerja dimulai, pastinya tidak umum dari yang lain. Untungnya senior-senior disana menerimaku dengan baik, mereka juga baik dan peduli denganku. Mereka menyuruhku untuk mengekost dekat tempat kerja agar tidak buang-buang ongkos, waktu,tenaga, dan buang-buang yang lainnya. Bukannya aku tidak mau untuk mengekost, aku masih ingin merasakan kehangatan keluargaku yang baru saja berkumpul secara lengkap kembali. Aku tidak mau menyia-nyiakannya, selama aku masih bisa pulang-pergi dan mampu kenapa tidak. Ngomong-ngomong ongkos memang ongkos aku untuk sampai ke tempat kerja lebih besar dari aku ke sekolah. Jika dihitung-hitung sekitang 10% pendapatanku habis karena ongkos, tak apa lah aku juga masih mampu. Oh ya, pernah suatu ketika aku dapat shift bekerja siang yang dimana pulangnya malam hari, ketika aku sudah mendapatkan ELF (sebutan nama angkot didaerahku) eh ternyata sang kondektur meminta jatah kembali ke aku, bukannya aku tidak mau, aku sudah kasih setengah dari jatah biasa eh sang kondektur malah mengembalikan setengahnya dan menurunkanku ditengah jalan, buset dah kejam amat tuh kondektur. Aku ngga tau diturunkan dimana, karena itu daerah orang apalagi keadaannya tengah malam yang sunyi dan hanya satu dua mobil/orang yang lewat. Didalam hati, aku sungguh sangat dongkol dan kesal sekali sama kondektur itu, apa ia tidak punya perasaan menurunkan anak orang tengah malam dijalanan yang sunyi, apa ia tidak merasakan jika anaknya diperlakukan seperti itu, sungguh aku sangat kesal, dongkol sekali waktu itu. Setelah kejadian itu, aku takut ketika sang kondektur meminta jatah lagi apalagi sampai menurunkan ku ditengah jalan lagi. Mungkin itu salah satu kendalanya orang pulang-pergi dan itu juga merupakan titik tidak enaknya aku dalam bekerja dipekerjaan ini.

Makan waktu, jarak yang jauh, ongkos yang double bagiku itu semua adalah rintangan selama aku bekerja disitu. Aku harus melewatinya dan mengalahkannya itu semua juga kan demi kebaikanku, aku yakin dibalik rintangan-rintangan tersebut pasti ada balasan yang lebih dari semua rintangan itu. Namun aku juga manusia biasa, aku juga mempunyai keluhan, aku ingin cepat-ceat dipindahkan tempat kerjanya yang tidak jauh dari rumahku, bukannya aku tidak suka bekerja disitu, atau dengan senior-seniornya, tetapi tempat kerjanya terlalu jauh dari rumahku, sekali lagi aku juga manusia biasa.


Yang terpenting aku bersyukur bisa dapat pekerjaan, masih banyak teman seperjuanganku yang masih belum dapat pekerjaan juga. Aku mendoakan mereka agar mereka cepat dapat pekerjaan, agar kita bisa sukses bersama-sama. Dan aku percaya dibalik rintanganku dalam pekerjaan ini pasti ada hikmah yang sangat nikmat sebelum aku merasakan kesuksesan yang akan datang. Akan ku jadikan pekerjaan ini adalah awal menuju kesuksesanku. Aku percaya.

Jumat, 31 Juli 2015


Teriakan dan sorakan dari para penggemar menyemangati bintang yang sedang bersinar diatas panggung, dia lah Kelly Maharani. Lantunan suara merdu dipadu dengan koreografi yang indah semakin membuat penonton jatuh hati pada konser tunggalnya yang saat ini sedang aku tonton di TV. Kelly Maharani adalah seorang bintang muda yang namanya melejit berkat single perdananya bertakjub “hanyalah dirimu”. Selain mempunya suara yang indah Kelly juga pintar akan menari. Setiap kali ia tampil diatas panggung, ia selalu tampil dengan koreo yang energik. Tak heran, kini ia memiliki jutaan penggemar diseluruh penjuru negeri.

Aku, Dena Aulia sangat mengagumi sosok Kelly Maharani. Aku bermimpi, suatu hari nanti aku akan menjadi seperti Kelly dan bisa berduet dengannya. Seorang bintang muda berbakat yang banyak digemari oleh orang-orang. Aku selalu mengikuti perjalanan karir Kelly, dari pertama debutnya hingga sukses seperti ini, setiap kali ia konser aku juga selalu menontonnya. Mungkin aku terlalu fanatik akan Kelly Maharani, namun sosok Kelly adalah motivasi bagi hidup aku.

Walaupun aku belum pernah bertemu dengan sosok Kelly Maharani, tapi aku akan berusaha bisa melihat dia dan bisa berduet dengannya. Aku hanyalah gadis desa biasa yang mempunyai mimpi menjadi seorang bintang seperti Kelly meskipun kedengarannya itu mustahil, tapi aku akan berjuang untuk mewujudkannya. Orang-orang disekitar tempat tinggalku selalu meremehkan mimpi ku ini, tak sedikit juga yang mencibirku, namun aku jadikan ini sebagi dorongan agar aku semakin kuat dan berusaha. Karena aku yakin akan kata-kata yang Kelly ucapkan, “usaha keras itu tak akan menghianati”. Aku berterimakasih, masih ada orang-orang yang mendukung dan menyemangati akan mimpi ini yaitu orang tua dan adikku. Mereka yang selalu menyemangatiku agar aku bisa menggapai mimpi ini, agar aku bisa sukses suatu hari nanti. Tanpa mereka, mungkin aku akan mengubur mimpi ini dalam-dalam dan tidak akan menggalinya kembali.

Suatu hari, setelah pulang sekolah aku berjalan tidak jelas. Tak jauh dari sekolah, kulihat ada sebuah info yang ditempel didekat lapak koran. Aku terkejut setelah membacanya, info tersebut adalah mengenai Kelly Maharani yang mengadakan audisi untuk mencari dua teman duet untuk single terbarunya, ia memberi kesempatan untuk orang-orang yang mempunyai suara merdu yang bakatnya terpendam. Aku langsung mencatat jadwal audisi nya, ini adalah kesempatanku agar aku bisa bertemu dengan Kelly dan mewujudkan mimpiku selama ini.

Aku langsung menceritakan berita ini dengan keluargaku. Aku meminta izin kepada mereka, tetapi tak ku sangka sebelumnya bahwa bapakku tidak mengizinkan aku untuk mengikuti audisi ini.
“bapak tidak mengizinkan kamu mengikuti audisi ini. kamu liat audisi ini dijakarta, tempat yang sangat jauh dari rumah kita. Bagaimana dengan sekolah kamu nantinya? Kamu ini anak gadis, bapak takut terjadi sesuatu, bapak ini khawatir dengan kamu Dena” ujar Bapa Yadi
Aku tidak tau harus berbuat apa, yang jelas aku kecewa dengan bapak. Ternyata bapak tidak mendukung sepenuh nya akan mimpi ku ini. Dena menangis dan langsung masuk ke kamar.

Setelah pulang sekolah, aku berfikir akan audisi itu. Aku masih kefikiran mengapa bapak melarangku untuk mengikuti audisi ini, padahal ini adalah kesempatan agar aku bisa meraih mimpiku ini. aku ngga habis fikir sama bapak. Sesampainya dirumah Dena datang dengan muka cuek, bapak Dena memanggilnya namun Dena tidak menyaut dan cuek. Hari ini adalah hari terakhir audisi pencarian temat duet Kelly Maharani, namun bapak tetap tidak memberi izin kepadaku agar aku bisa mengikutinya. Mungkin aku harus mengubur dalam-dalam dan melupakan mimpiku ini untuk selamanya, aku sendiri tidak yakin dengan diriku ini. Aku mulai putus asa dan hilang arah. Tiba-tiba, bapak menghampiriku dengan pakaian rapih dan membawa tas yang besar. aku tidak tau bapak mau pergi kemana. Bapak berkata padaku.
“kenapa kamu tidak bersemangat seperti ini. Mana katanya ingin menjadi seperti Kelly Maharani yang terkenal dimana-mana. Tapi ko lemas seperti ini sih” kata bapak semangat
“apa maksud bapa? Dan sebenarnya bapak mau pergi kemana sampai bawa tas besar seperti ini?” tanya Dena bingung
“bapak akan menemanimu untuk mengikuti audisi Kelly Maharani”
“apa itu artinya bapak sudah mengizinkan Dena untuk mengikuti audisi?”
“iyah nak. Cepat kamu ganti pakain dan langsung pergi ke Jakarta”
“terimakasih pak”

Setibanya ditempat audisi, Dena langsung mendaftarkan diri. Setelah mengunggu cukup lama, akhirnya Dena dipanggil unutk audisi, Dena meminta restu kepada bapaknya. Dena gugup ketika melihat juri yang ada didepannya saat ini, yaitu orang yang ia kagumi selama ini dan akhirnya ia bisa bertemu secara langsung. Dena menyanyikan sebuah lagu favoritnya yang berjudul “Impian tak ada henti” dengan diiringi tarian yang sangat bersemangat dari dirinya. Setetalah selsai menyanyi Dena meminta peluk kepada Kelly, karena ia sangat mengagumi sosok Kelly. Dena meneteskan air mata saat berpelukan dengan Kelly.

Setelah audisi berakhir, pengumumanpun dilontarkan dari dewan juri dan terpilih 30 orang untuk mengikuti ke tahapan yang berikutnya. Tanpa diduga sebelumnya, Dena pun masuk berhasil ke tahap berikutnya. Dena sangat terharu, ia meneteskan air mata dan bersujud kepada-Nya. Tak lupa ia juga memeluk bapak, tanpa restu dari beliau, Dena tidak akan lolos ke tahap berikutnya.

Setelah memakan waktu yang panjang, akhirnya telah terpilih 4 orang untuk menuju ke tahap akhir. Salah satu diantaranya adalah Dena. Ditahap akhir ini adalah tahap yang sangat berat, karena selain mereka harus menyanyikan 5 buah lagu yang belum mereka ketahui, mereka juga harus battle dance  satu sama lain. Mengetahui apa tantangan terakhir yang harus Dena lewati saat ini, Dena sangat berlatih keras dan sungguh-sungguh demi mewujudkan impiannya.

Satu hari sebelum acara seleksi berlangsung, Dena berlatih lebih giat dari biasanya, ia latihan push up, skipping, lari mengitari lapangan dan sebagainya. Ia lupa untuk makan meskipun sedikit, ia terfokus dengan tantangan terakhir yang ia hadapi. Hingga larut malam pun ia masih berlatih dengan sungguh-sungguh. Jam 12 malam. Ketika dena sedang berlatih koreografi, tiba-tiba ia terjatuh. Dena menangis, karena ia belum hafal dengan semua koreo yang diajarkan oleh sang koreografer. Ia hampir putus asa, semangatnya pun menurun tidak seperti ketika ia mengikuti audisi tahap awal. Dena berfikir ia telah gagal untuk meraih mimpinya, tiba-tiba datang sosok laki-laki parubaya yang langsung menyemangati Dena. Ia adalah bapak Dena. Beliau langsung menyemangati Dena dan menjulurkan tangan ke Dena agar ia bisa bangkit dari keputus asaannya ini. awalnya Dena tidak mau untuk bangkit, namun setalah ia mengingat impian awalnya agar bisa menjadi seperti Kelly Maharani, ia bangkit dan berdiri semangatnya pun datang kembali. Ia kembali melatih koregrafi yang telah diajarkan oleh koreografer. Ia berlatih dengan sunggu-sungguh, karena ia ingin mewujudkan impiannya dan membuat bangga kedua orang tuanya.

Acara final pun berlangsung. Para penggemar Kelly Maharani memadati studio tempat berlangsungnya acara tersebut. Para penggemar ingin menyaksikan secara langsung siapa yang akhirnya terpilih menjadi teman duet Kelly Maharani. Semua finalis menunjukan suara emas mereka didepan penggemar Kelly. Dena sangat menguasai lagu yang diberikan oleh dewan juri. Setelah mereka menyanyi, mereka berempat beradu dance masing. Ketiga kontestan sangat hebat, namun Dena bisa megalahkan ketiga kontestan tersebut dengan koreo yang diajarkan oleh bapaknya tadi malam. Jelas ini menambah poin bagi Dena.

Setelah acara berlangsung, tiba saat nya siapa yang menjadi teman duet Kelly Maharani. Juri menyebutkan kontestan pertama yaitu Srilia Tasya. Dan kontestan kedua yang menjadi teman duet Kelly adalah... Dena Aulia. Dena sangat terkejut dan ia langsung sujud, ia tidak menyangka kalau akhirnya ia terpilih menjadi salah satu teman duet Kelly. Ia sangat terharu, dan tidak kuasa menahan air mata. Bapak, ibu, dan adik Dena pun sangat bangga kepada Dena, karena impiannya selama ini untuk bisa menjadi seperti Kelly Maharani akhirnya terwujud.


Seminggu setelah acara final pencarian teman duet Kelly Maharani berlangsung. Dena dan Lia melakukan debutnya bersama dengan Kelly sekaligus launching singgle terbaru mereka bertiga berjudul “harapan yang didepan”. Kini Dena menjadi bintang baru yang banyak digemari oleh orang-orang dinegeri ini. Dena sangat berterima kasih kepada keluarganya yanag selalu mendukung dan menyemangati demi mengejar impiannya. Kehidupan mereka pun sedikit demi sedikit membaik berkat kerja keras Dena untuk keluarganya. Dena selalu berpegang dengan prinsip yang dikatakan oleh orang yaitu “usaha kera itu tak akan menghianati”.

Senin, 27 Juli 2015


Namaku Yono, seorang laki-laki pengecut yang hanya bisa memendam perasaan kepada seorang perempuan yang aku cintai. Mengapa aku mengatakan seperti ini, karena aku tak sanggup merasakan pahitnya arti sebuah cinta. Tak mudah bagiku untuk mengungkapkannya, hanya hati yang bisa berkata.

Namanya Seli, gadis pintar yang baik hati dan dermawan. Ia adalah sahabatku ketika aku duduk dibangku menengah pertama. Ia baik kepada semua orang bahkan untuk orang yang tidak ia kenal sekalipun, mungkin ini adalah sikap buruk dari dirinya. Dalam berteman, ia bukan termasuk orang yang pilih-pilih. Makanya tidak heran aku bisa kenal dekat dengannya. Kami sangat akrab, dua sahabat yang selalu bersama dalam suka maupun duka. Hingga akhirnya kelulusan memisahkan persahabatan kami. Memang ini berat buat kami, apalagi kami meneruskan ke sekolah yang berbeda satu sama lain. Namun kita yakin kita berdua bisa bertemu kembali suatu hari nanti.

Beberapa bulan seteleh kelulusan, entah apa yang kurasakan saat itu. Tiba-tiba aku kefikiran sama salah satu sahabatku dulu, seseorang yang sangat baik denganku dan selalu ada ketika aku susah. Ia adalah Seli, sahabat yang selalu ada disampingku. Berhari-hari aku terus kefikirang dengannya, entah apa yang terjadi dengan otakku, yang ada didalam otakku saat itu hanyalah satu yaitu Seli. Aku berfikir dan melihat dari pengalaman teman-temanku, apakah aku juga sedang merasakan apa yang teman-temanku rasakan. Perasaan yang sangat sulit diungkapkan dan hanya bisa dirasakan oleh diri kita sendiri.

Apakah aku sedang merasakan yang namanya jatuh cinta kepada seseorang? Namun jika benar, itu artinya aku jatuh hati sama sahabatku yang tidak lain adalah Seli. Apa ia, selama ini aku menganggap Seli hanyalah sebatas sahabat dan tidak lebih. Tetapi ini bisa terjadi? Apa aku salah satu dari milyaran orang di dunia ini yang sedang merasakan ketika sahabat menjadi cinta? Namun aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini terhadap Seli. Aku dan Seli hanya sekedar sahabat tidak lebih.

Setelah lima tahun semenjak kelulusan SMP, aku tidak bertemu dengan sahabat-sahabatku termasuk Seli yang dulu pernah ada rasa dengannya. Ketika aku sedang mencari buku di perpustakaan aku tidak sengaja bertemu dengan orang yang tidak pernah ku duga sebelumnya. Orang yang mungkin hanya bisa bertemu lewat mimpi, ia adalah Seli. Aku terkejut ketika melihatnya, lima tahun kita berpisah dan kita dipertemukan kembali ditempat yang tidak kusangka sebelumnya. Kita berdua menyapa dan bertukar cerita msing-masing selama kita tak berjumpa.

“jadi kamu kuliah disini?” tanya Yono

“ia, padahal kita satu kampus, tetapi kita tidak pernah berjumpa” jawab Seli senang

Sejak saat itu, komunikasi antara aku dengan Seli yang dulu hilang kini terjalin kembali. Apalagi kita berdua kuliah dikampus yang sama, meskipun berbeda fakultas.
Siang itu aku mengajak Seli untuk jalan-jalan berkeliling kota. Kami berdua sangat menikmatinya dan ketika makan siang, aku mengatakan yang tidak seharusnya aku katakan kepada Seli. Tidak pernah aku duga, akhirnya aku akan mengatakan ini. entah saa itu fikiranku lagi kemana.

“sel, sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu” kata Yono gugup

“ia, kamu mau ngomong apa?” kata Seli

“sebenarnya aku... (gugup) sebenarnya aku... (semakin gugup)”

“kamu mau bilang apa, sampai gugup begitu?”

“sebenarnya... aku suka kepadamu”

(Seli terkejut) ”apa aku tidak salah dengar?” kata Seli bingung

“kamu tidak salah dengar dan maafkan aku karena aku telah mencintaimu” kata Yono tegas

Pipi Seli memerah

“mungkin yang dibilang orang itu benar kalau sahabat bisa jadi cinta dan itu yang sedang aku rasakan saat ini terhadapmu. Sekali lagi aku memintak maaf kepadamu, dan tidak seharusnya aku menyukai sahabat terbaikku”

“aku tidak tau harus bilang apa yang jelas kamu tidak seharusnya meminta maaf kepadaku. Mencintai seseorang adalah hak setiap orang dan kamu tidak salah”

“kamu tidak perlu membalas ini, kamu hanya perlu tau perasaanku saja bagiku itu sudah cukup”

“kamu salah, justru ini yang aku tunggu-tunggu selama ini. sejak pertama kita bertemu kulihat ada yang berbeda dari dalam dirimu dan itu yang membuatku... jatuh hati kepadamu” kata Seli malu

Yono terkejut “jadi selama ini kamu suka terhadapku”? tanya Yono

Seli menganggukan kepala “tapi kenapa kamu tidak bilang semua ini sebelum kita berpisah lima tahun yang lalu. Waktu itu aku berharap sebelum kita berpisah, kamu bisa mengatakan persaanmu yang sebenarnya kepadaku, karena aku yakin kamu menganggapku lebih dari sahabat”

“apa daya, aku hanya lelaki pengecut yang hanya bisa memendam perasaan ini dan tidak bisa mengatakannya langsung kepadamu”

“kamu bukan pengecut, buktinya setelah lima tahun kita berpisah kamu masih ada rasa terhadapku dan mengungkapkannya langsung didepan mataku. Apa itu yang dikatakan lelaki pengecut?”

“jadi... artinya”

“kita jadian” kata Seli memeluk Yono

Dan begitulah awal dari perjalanan kisah cinta aku dan Seli yang berawal dari sahabat menjadi sepasang kekasih. Dan kini aku bukan lagi dicap sebagai seorang pengecut.