Senin, 27 Juli 2015


Namaku Yono, seorang laki-laki pengecut yang hanya bisa memendam perasaan kepada seorang perempuan yang aku cintai. Mengapa aku mengatakan seperti ini, karena aku tak sanggup merasakan pahitnya arti sebuah cinta. Tak mudah bagiku untuk mengungkapkannya, hanya hati yang bisa berkata.

Namanya Seli, gadis pintar yang baik hati dan dermawan. Ia adalah sahabatku ketika aku duduk dibangku menengah pertama. Ia baik kepada semua orang bahkan untuk orang yang tidak ia kenal sekalipun, mungkin ini adalah sikap buruk dari dirinya. Dalam berteman, ia bukan termasuk orang yang pilih-pilih. Makanya tidak heran aku bisa kenal dekat dengannya. Kami sangat akrab, dua sahabat yang selalu bersama dalam suka maupun duka. Hingga akhirnya kelulusan memisahkan persahabatan kami. Memang ini berat buat kami, apalagi kami meneruskan ke sekolah yang berbeda satu sama lain. Namun kita yakin kita berdua bisa bertemu kembali suatu hari nanti.

Beberapa bulan seteleh kelulusan, entah apa yang kurasakan saat itu. Tiba-tiba aku kefikiran sama salah satu sahabatku dulu, seseorang yang sangat baik denganku dan selalu ada ketika aku susah. Ia adalah Seli, sahabat yang selalu ada disampingku. Berhari-hari aku terus kefikirang dengannya, entah apa yang terjadi dengan otakku, yang ada didalam otakku saat itu hanyalah satu yaitu Seli. Aku berfikir dan melihat dari pengalaman teman-temanku, apakah aku juga sedang merasakan apa yang teman-temanku rasakan. Perasaan yang sangat sulit diungkapkan dan hanya bisa dirasakan oleh diri kita sendiri.

Apakah aku sedang merasakan yang namanya jatuh cinta kepada seseorang? Namun jika benar, itu artinya aku jatuh hati sama sahabatku yang tidak lain adalah Seli. Apa ia, selama ini aku menganggap Seli hanyalah sebatas sahabat dan tidak lebih. Tetapi ini bisa terjadi? Apa aku salah satu dari milyaran orang di dunia ini yang sedang merasakan ketika sahabat menjadi cinta? Namun aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini terhadap Seli. Aku dan Seli hanya sekedar sahabat tidak lebih.

Setelah lima tahun semenjak kelulusan SMP, aku tidak bertemu dengan sahabat-sahabatku termasuk Seli yang dulu pernah ada rasa dengannya. Ketika aku sedang mencari buku di perpustakaan aku tidak sengaja bertemu dengan orang yang tidak pernah ku duga sebelumnya. Orang yang mungkin hanya bisa bertemu lewat mimpi, ia adalah Seli. Aku terkejut ketika melihatnya, lima tahun kita berpisah dan kita dipertemukan kembali ditempat yang tidak kusangka sebelumnya. Kita berdua menyapa dan bertukar cerita msing-masing selama kita tak berjumpa.

“jadi kamu kuliah disini?” tanya Yono

“ia, padahal kita satu kampus, tetapi kita tidak pernah berjumpa” jawab Seli senang

Sejak saat itu, komunikasi antara aku dengan Seli yang dulu hilang kini terjalin kembali. Apalagi kita berdua kuliah dikampus yang sama, meskipun berbeda fakultas.
Siang itu aku mengajak Seli untuk jalan-jalan berkeliling kota. Kami berdua sangat menikmatinya dan ketika makan siang, aku mengatakan yang tidak seharusnya aku katakan kepada Seli. Tidak pernah aku duga, akhirnya aku akan mengatakan ini. entah saa itu fikiranku lagi kemana.

“sel, sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu” kata Yono gugup

“ia, kamu mau ngomong apa?” kata Seli

“sebenarnya aku... (gugup) sebenarnya aku... (semakin gugup)”

“kamu mau bilang apa, sampai gugup begitu?”

“sebenarnya... aku suka kepadamu”

(Seli terkejut) ”apa aku tidak salah dengar?” kata Seli bingung

“kamu tidak salah dengar dan maafkan aku karena aku telah mencintaimu” kata Yono tegas

Pipi Seli memerah

“mungkin yang dibilang orang itu benar kalau sahabat bisa jadi cinta dan itu yang sedang aku rasakan saat ini terhadapmu. Sekali lagi aku memintak maaf kepadamu, dan tidak seharusnya aku menyukai sahabat terbaikku”

“aku tidak tau harus bilang apa yang jelas kamu tidak seharusnya meminta maaf kepadaku. Mencintai seseorang adalah hak setiap orang dan kamu tidak salah”

“kamu tidak perlu membalas ini, kamu hanya perlu tau perasaanku saja bagiku itu sudah cukup”

“kamu salah, justru ini yang aku tunggu-tunggu selama ini. sejak pertama kita bertemu kulihat ada yang berbeda dari dalam dirimu dan itu yang membuatku... jatuh hati kepadamu” kata Seli malu

Yono terkejut “jadi selama ini kamu suka terhadapku”? tanya Yono

Seli menganggukan kepala “tapi kenapa kamu tidak bilang semua ini sebelum kita berpisah lima tahun yang lalu. Waktu itu aku berharap sebelum kita berpisah, kamu bisa mengatakan persaanmu yang sebenarnya kepadaku, karena aku yakin kamu menganggapku lebih dari sahabat”

“apa daya, aku hanya lelaki pengecut yang hanya bisa memendam perasaan ini dan tidak bisa mengatakannya langsung kepadamu”

“kamu bukan pengecut, buktinya setelah lima tahun kita berpisah kamu masih ada rasa terhadapku dan mengungkapkannya langsung didepan mataku. Apa itu yang dikatakan lelaki pengecut?”

“jadi... artinya”

“kita jadian” kata Seli memeluk Yono

Dan begitulah awal dari perjalanan kisah cinta aku dan Seli yang berawal dari sahabat menjadi sepasang kekasih. Dan kini aku bukan lagi dicap sebagai seorang pengecut.


Rabu, 17 Juni 2015


Ketika angin musim dingin telah usai berhembus, saat itu lah awal musim semi datang. Awal dari kehidupan baru tiba, mengubah kehidupan yang t’lah terjadi. Seperti hal nya pergantian musim yang akan terus berganti, kisah kehidupan masa terindah dalam hidup pun tak luput dari pergantian setiap tahunnya. Masa dimana kita merasakan arti dari sebuah kebersamaan dan merasakan sakitnya percintaan. Masa-masa itu sebentar lagi akan berakhir dan akan menjadi pengalaman paling indah dalam hidup kita.

Awalnya aku tidak pernah membayangkan hal ini terjadi, rasanya aku ingin kembali ke masa lalu dimana kita untuk pertama kalinya merasakan masa-masa itu. Mengapa? Karena aku ingin lebih lama lagi merasakan masa-masa paling indah dalam hidup yang tidak akan pernah terlupakan walau hanya satu detik. Namun aku hanya manusia biasa tidak dapat mewujudkan impian tersebut, apa aku harus pergi ke dunia dongeng dan meminta ke Ibu Peri agar impian tersebut terwujud.

Pagi itu aku bangun dengan perasaan seperti warna pelangi yang bermacam-macam. Namun didalam hatiku berkata, apakah aku siap dengan hari ini, hari yang sangat aku takuti. Mengapa harus ada hari ini? hari dimana semua kerbersamaan, kekompakan , dan tawa akan berakhir. Sungguh perasaanku campur aduk saat itu. Apakah kalian tau hari apa yang aku maksud, mungkin bukan hanya aku yang membencinya namun semua orang pun akan berfikiran yang sama tentang hari itu. Kalian semua benar, hari yang aku maksud adalah hari Perpisahan. Satu kata namun mempunyai sejuta cerita yang banyak ditakuti oleh semua orang.

Aku melangkahkan kakiku perlahan. Aku masih berharap kalau aku masih dalam mimpi yang indah dalam tidurku yang nyenyak. Tetapi kenyataannya ini bukan mimpi, ini benar-benar kenyataan yang harus aku terima. Setibanya di sekolah, aku bertemu dengan teman-temanku yang lainnya. Teman yang sangat berarti dalam hidupku yang tidak akan pernah ku lupakan sampai kapanpun. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, orang-orang yang banyak mengajariku tentang arti dari sebuah persahabatan yang sesungguhnya. Mereka juga banyak mengajariku agar aku menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri.

Banyak juga yang saling meminta maaf satu sama lain atas perlakuannya selama ini. Namun mereka membalasnya dengan senyuman manis dari bibir mereka menandakan mereka t’lah melupakan kenangan pahit mereka. Hari itu, semua impian, dan harapan menjadi satu. Melawan keegoisan masing-masing dan membuktikan persahabatan yang sesungguhnya. Dan pada akhirnya, sebuah mendali orange segi lima terpakai dalam diri kita masing-masing, menandakan akhir dari persahabatan dan kebersamaan kita.  Dibalik mendali tersebut bertuliskan nama kita masing-masing agar kita akan selalu teringat dengan yang lainnya untuk selamanya. Mendali tersebut adalah saksi  dari persahabatan yang kita jalani selama ini.

Tiga tahun kita bersama. Tawa, haru, suka ataupun duka kita lalui bersama. Memang tidak mudah menyatukan berbagai macam pribadi yang berbeda, namun dengan kekuatan kebersamaan kita bisa menyatukannya. Ini adalah akhir dari pertemuan kita disini, tapi ini adalah awal dari persahabatan dan kebersamaan yang sesungguhnya.

Kebersamaan kita saat ini memang harus berhakhir, tapi persahabatan kita tidak akan pernah berakhir sampai kapan pun. Persahabatan kita abadi seperti layaknya angin yang akan selalu berhembus dan tidak akan pernah berhenti hingga akhir dari dunia ini tiba. Ingatlah teman, suatu hari nanti entah itu kapan dan dimana kita semua akan bertemu lagi bersama dengan mimpi-mimpi yang pernah kita buat, hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.






Terima kasih teman atas semuanya...

Sabtu, 04 April 2015

Jumat, 27 Maret 2015


Sebelum pementasan












Pementasan






















XII TOI 2

SMKN 1 Jamblang